BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Minggu, 25 Oktober 2009

Panduan Beli Motor Bekas


Siapa yang nggak ngiler ditawari motor bekas (motkas) dengan banderol lebih murah Rp 1 juta dibanding harga pasaran? Banderol miring itu bisa ditawarkan motkas tarikan leasing. Maksudnya, motor yang ditarik lantaran kreditnya bermasalah.

Konsumen memang nggak bisa langsung tebus ke lembaga pembiayaan seperti WOM, FIF atau Adira Finance. Motor tarikan debitur menunggak itu leluasa beredar lewat penjual motkas.

Eits, sebelum ngomongin murahnya mending Em-Plus kasih tahu pahitnya dulu. “Pihak leasing nggak menjual motor tarikan ini ke konsumen tapi lewat lelang ke perusahaan penjual motkas seperti Motorex atau pedagang motkas lain,” ujar Hengky, doi Credit Marketing Officer, Summit Oto Finance.

Nah, motor eks kredit ini dijual apa adanya oleh pemenang lelang. Tinggal gimana pedagang motkas memilah dan memoles motor dagangannya.

“Kita belinya paketan. Jadi kondisinya nyampur. Ada yang oke, ada juga yang kurang,” timpal Suhardi alias Koh Wicak, bos Panca Motor di Jl. Ciledug Raya, Kreo, Tangerang.

Biasanya tinggal poles dikit langsung dipajang. Kalau kondisinya kurang oke dilempar lagi ke pedagang motkas kecil. Nah biar nggak salah beli, sampeyan mesti ekstra jeli.

Koh Wicak mengingatkan, sebelum membeli perhatikan seksama komponen. Misal, karburator, setang, knalpot. Kebanyakan pemilik motor suka ‘nakal’ mengganti komponen sebelum ditarik pihak leasing.

“Untuk bagian daleman, lihat baut mesinnya kalau sudah lecet berarti udah pernah dibuka,” lanjut Koh Wicak.

Untuk motor 4-tak mesin berisik kerap berasal dari rantai keteng penggerak noken as. Begitu juga motor 2-tak. Asal suara mesin halus pertanda tak ada kerusakan piston dan silinder.

Nah kalau sudah ketemu motor yang diminati, silakan periksa surat kelengkapan. Cek kondisi fisik motor terus lakukan test ride supaya yakin.

“Lebih sip lagi kalau masih ada buku servisnya. Sehingga riwayat perawatan motor dari pemilik sebelumnya bisa diketahui,” kata Andrianto, kepala mekanik divisi rekondisi CV Bintang Niaga di Jl. Mayor Oking, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kalau oke, tawar langsung!

Sumber :
http://groups.yahoo.com/group/Honda-CB-Indonesia/message/220
3 Februari 2005

Sumber Gambar:
http://202.43.165.157/gramedia/otomotif/otoweb/images/image/News/Juni%202008/Pasaran-Seken-Skutik_gede.jpg

Ayo Berburu Motor Bekas..

Jika suatu saat nanti anda berminat untuk membeli motor bekas atau second, berhati-hatilah dalam membelinya. Jika di artikel sebelumnya pernah dibahas mengenai membeli motor melalui lelang, maka disini akan diberikan tips untuk membeli motor tanpa melalui lelang. Ketelitian dan kesabaran memang sangat dibutuhkan, ditambah lagi dengan sedikit cerewet tanya-tanya perihal motor pada sang empunya motor. Jika bisa, usahakan untuk membeli langsung dari pemakai langsung, sehingga riwayat motor sedikit banyak dapat diketahui. Tetapi jika memang terpaksa (karena butuh cepat) maka pilihlah showroom yang sudah punya nama dan dikenal karena barang yang dijualnya terjamin dan berkualitas. Ini bisa dilakukan dengan bertanya kanan-kiri mengenai showroom motor bekas yang bagus.


Nah berikut ini sedikit tips dalam berburu motor bekas yang bisa anda lakukan :

1. Tentukan pilihan

Sebagian pembeli memilih motor bekas berdasarkan budget yang dimilikinya, sebagian lainnya memilih karena merek atau jenis motor tertentu.

2. Cek harga pasaran.

Sebelum melakukan perburuan, lakukan survey dahulu untuk mengecek harga pasaran. Bisa melalui iklan koran lokal , majalah atau mungkin juga dari situs otomotif. Tetapi kebanyakan dari koran lokal, karena harga pasaran untuk tiap daerah bisa berbeda-beda. Cek apakah ada yang BU (Butuh uang) atau JUAL CEPAT, ini biasanya harga bisa lebih murah dari pasaran.

3. Datangi si penjual lebih pagi

Usahakan datang lebih pagi jika si penjual mengiklankan di koran. Dan bersiap-siaplah bersaing dengan para pedagang motor yang juga mengincarnya.

4. Cek surat-surat motor

Periksa kelengkapan surat-surat motor, lalu sesuaikan dengan nomor rangka dan mesin motor dengan yang tertera pada STNK maupun BPKB. Lihat kapan motor tersebut “ulang tahun” atau bulan pembayaran pajaknya, usahakan bulannya sudah lewat, syukur-syukur kalo pajaknya barusan dibayar oleh si penjual motor sehingga anda bisa menghemat pengeluaran sampai tahun depan.

5. Cek kondisi fisik motor

Periksa kondisi bodi, spion, baut, dan lain sebagainya, apakah banyak goresan, kondisi retak ataupun pecah. Akan lebih baik jika semua yang menempel pada motor adalah parts yang orisinil.

6. Periksa ukuran kondisi oli mesin

Buka tutup pengisian oli dan ukur oli yang ada di dalam bak mesin. Pastikan ukuran oli tidak berlebihan, karena biasanya ini adalah trik penjual untuk menyembunyikan suara mesin yang kasar.

7. Nyalakan mesin motor

Nyalakan motor tersebut dengan kick stater atau electric stater (jika ada, ini juga berguna untuk mengecek kondisi aki). Dengarkan suara mesinnya, apakah terasa kasar dan perhatikan stasionernya apakah bisa langsam.

8. Tes motor

Coba jalankan kendaraan dan rasakan perpindahan gigi apakah terasa sulit atau tidak. Apabila agak sulit dan keras ini menandakan kampas kopling motor tersebut akan segera habis. Dan yang perlu diperhatikan juga adalah, jika terdengar suara nguung..atau mendesir pada saat motor berjalan. Kemungkinan besar gigi primer dari motor tersebut akan segera habis.

9. Cek kebocoran

Setelah agak lama menjalankan motor, cek kondisi mesin apakah ada rembesan oli pada seal dan gasket mesin. Cek juga apakah ada kebocoran oli pada shock depan dan belakang.

10. Perhatikan kondisi rangka atau sasis motor

Cek kelurusan roda depan dan belakang dan pastikan bahwa rangka atau sasis motor tersebut tidak ada kebengkokkan. Kalapun misalnya ada harus dalam toleransi tertentu. Tekan setang sambil menarik rem depan berulang kali, untuk mengecek shock depan dan poros setang.

11. Periksa kelistrikan

Pastikan semua kelistrikan berfungsi dengan baik, seperti lampu-lampu, klakson, speedometer & electric starter.

12. Hitunglah biaya pergantian spare part yang rusak

Apabila ada kerusakan parah dan terpaksa anda harus melakukan pergantian spare part, usahakan diperhitungkan biayanya terlebih dahulu sebelum melakukan penawaran. Biasanya penjual akan menurunkan harga penawaran jika memang nantinya pembeli harus mengganti part tersebut.


Nah dengan mempertimbangkan hal-hal diatas silahkan anda menentukan pilihan, mau mencari motor di tempat lainnya atau melakukan penawaran harga.

Selamat berburu…

Sumber :
http://noem3d.wordpress.com/2009/05/14/ayo-berburu-motor-bekas/
14 Mei 2009

Memilih Motor Bekas

Indonesia sebagai negara berkembang masih bersifat konsumtif. Karena itu cocok sebagai pasar produk dari negara negara maju. Akan tetapi bangsa indonesia masih lemah perekonomian masyarakatnya. Karena mempunyai jumlah penduduk yang banyak.

Semakin banyak pertumbuhan penduduk,umumnya pada kalangan ekonomi menengah ke bawah. Karena yang mengalami banyak peningkatan adalah golongan menengah ke bawah menyebabkan perdagangan motor bekas tetap rame. Hal itu bukan tanpa alasan, dimana motor sebagai sarana kebutuhan mobilitas untuk kegiatan ekonomi sangat dibutuhkan orang, tetapi perekonomian masih rendah maka motor bekas sebagai solusinya solusinya.Dengan harga yang masih terjangkau dapat menunjang mobilitas. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan pembelian motor bekas diantaranya:

1. Nomer rangka
Untuk menghindari motor yang kita beli motor hasil curanmor kita pelu memeriksa nomor yang ada pada rangka motor, nomor itu disesuaikan dengan nomer yang ada di dalam STNK(surat tanda nomor kendaraan). Setiap motor mempunyai nomor rangka yang berbeda, tetapi waspadai penipuan.kadang kadang nomor rangka dapat dipalsukan dengan menggetok dengan betle. Biasanya no rangka yang asli pada membulat sedang yang palsu terlihan menyudut pada pertemuan garisnya.

2. Nomer mesin
Dalam membeli motor bekas saat ini harus hati hati karena maraknya kasus pencurian nomor mesin juga harus sama dengan nomor yang ada dalam STNK dan BPKB.nomor mesin juda sama perlu di cek keaslianya. Untuk kemantapan bila perlu di cek ke samsat.

3. STNK & BPKB
STNK (surat tanda nomor kendaraan bermotor) merupakan surat motor yang digunakan sebagai identitas motor.di dalam STNK terdapat segala keterangan tentang motor. Mulai dari nomor polisi, nama pemilik,merk/type, jenis/model, tahun pembuatan, tahun perakitan, isi silinder, warna, nomor rangka,nomor mesin,nomor BPKB,warna TNKB(tanda nomor kendaraan bermotor),bahan bakar.selain itu perlu diperhatikan STNK masih berlaku atau tidak kerena STNK mempunyai masa berlaku.Pajak terbayar atau tidak juga dapat dilihat pada STNK.

BPKB merupakan bukti kepemilikan kendaraan bermotor.merupkan suatu bukti kuat untuk menyatakan kepemilikan motor. Segala sesuatu informasi yang menganai pemilik motor ada di BPKB.

4. Kondisi mesin motor
Motor bekas tidak semuanya mempunyai kondisi mesin yang bagus maka harus jeli memilih mesin yang mesih bagus. Kita cek dari luar kondisinya masih mulus tidak. Kemudian kita nyalakan suara mesin masih halus atau kasar. Kita juga dengarkan suara dari ruang bakar, suara kasar atau tidak.untuk motor 4-tak perhatikan juga asap dari knalpot motor warna asapnya bagaimana?apa bila asap berwarna putih kemungkinan pistonnya tergores atau ring pistonya sudah tipis. Selain itu di cek perpindahan gigi prosneling kasar tidak adanya kemungkinan kampas kopling juga perlu diperhatikan. Kita juga perlu melakukan pengecekan pada system pengapian.

5. Kondisi Fisik motor
Kondisi fisik motor dapat meliputi beberapa hal diantaranya:
• Kondisi rangka motor
Rangka motor harus di cek sebelumnya meliputi warna rangka masih asli atau sudah cat ulang,masih bagus atau sudah keropos/berkarat, kondisi rangka masih center atau bengkok.
• Kondisi body motor
Bodi motor orisinil, streping lengkap, tanpa ada lecet mempunyai harga yang tinggi. Karena menandakan motor terawatt atau tidak.
• Kondisi Ban
Walaupun tidak begitu berpengaruh kondisi ban juga mempengaruhi harga jual dan tampilan motor bekas,konsumen memilih motor yang kondisi ban bagus.
• Kondisi sock (kaki kaki motor)
Kaki kaki motor juga mendapat perhatian karena kenyamanan berkendara terletak pada kaki kaki(sock). Terjadi kebacoran oli pada sock atau tidak baik sock depan maupun sock belakang.
• Lampu lampu motor
Lampu meliputi lampu depan, lampu belakang,lampu stop, lampu sein.

Dengan membaca tulisan ini semoga anda tidak salah memilih motor untuk menunjang aktivitas sehari hari, dan dapat membantu meningkatkan taraf ekonomi saudara sebangsa dan setanah air.

Sumber :
http://www.kulinet.com/baca/memilih-motor-bekas/935/
7 Oktober 2009

Panduan Membeli Motor Bekas

Motor telah menjadi transportasi modern apalagi di kota besar untuk menghadapi kemacetan. Keluhan bukan hanya busa tapi juga rental mobil, macet memang menjadi masalah. Banyak yang beranggapan motor bisa mengurangi masalah tsb. Ada beberapa tips yang perlu anda perhatikan dalam membeli Sepeda Motor (apapun mereknya, seperti motor Suzuki, Yamaha, Honda, dll) diantaranya :


* yang pertama harus Anda perhatikan adalah pengecekan pada nomor rangka dan nomor mesin dan periksa semua kondisi fisik mulai dari body, lampu, spion, baut, dll. dan pastikan bahwa smua yang terpasang adalah parts orisinil.


* sebelum mencoba untuk menghidupkan mesin terlebih dahulu buka dan ukur oli yang terdapat di dalam mesin. Pastikan ukuran oli sesuai kapasitasitasnya, karena oli yang berlebihan menyebabkan suara mesin menjadi terasa lebih halus, hal ini akan memnipulasi suara mesin yang mungkin saja pada dasarnya kasar.


* Lakukan Pengecekan pada speedometer , pastikan tidak ada kecatatan baik itu retak atau terdapat bekas cungkilan karena bongkar paksa, kemudian berapa km jarak yang telah ditempuh speda motor tersebut, Jika angka menunjukan sekitar diatas 20.000 km-an hal ini dapat dipastikan sudah banyak sekali komponen mesin yg diganti dan bisa jadi diragukan keorsinilanya.


* Langkah selanjutnya Anda melakukan pengecekan terhadapa kondisi Roda. Bagaimana kelurusan antara roda depan dengan roda belakang, hal ini untuk meyakinkan bahwa chasis atau rangka tidak membengkok,motor yang mengalami jatuh atau benturan keras bisa menyebabkan kebengkokan pada chasis.


* Kemudian mulai nyalakan mesin. Perhatikan langsam (stasioner), jika pada putaran kurang lebih 1500 rpm bisa langsam dapat dipastikan Mesin motor dalam kondisi sehat. Dan yakinkan tidak terdapat kejanggalan suara mesin.


* Setelah semua kondisi tidak masalah, kemudian jalankan kendaraan tersebut, perhatikan baik-baik mulai dari kesulitan atau tidak dalam perpindahan gigi jika sulit kemungkinan kampas kopling sudah mau habis. kemudian perhatikan saat jalan, apakah terdapat bunyi mendesir atau tidak, suara mendesir kemungkinan gigi primer sudah mau habis. ketika kendaraan tersebut sudah melaju minimal sekitar 500meter, perhatikan jangan sampai terdapat oli yang bocor lewat sela2 mesin, lakukan pengecekan fungsional kelistrikan, lampu-lampu. untuk meyakinkan kondisi chasis dan poros stang yang sebelumnya sudah diperksa, Anda dapat melakukan dengan melajukan kecepatan hingga kurang lebih 40km/jam kemudian tekan rem agak mendadak yakinkan motor tidak oleng.


* Jangan lupa periksa bahwa seluruhnya adalah asli dan sah (BPKB, STNK, Faktur dan dokumen lainnya). Anda juga bisa mengikuti asuransi kendaraan.

Sumber :
http://blog.iklanjempol.com, dalam :
http://domba-bunting.blogspot.com/2009/10/panduan-membeli-motor-bekas.html
8 Oktober 2009

Hati-hati Membeli Motor Bekas di Showroom

Berkaca pada pengalaman pribadi, saya udah dua kali beli mokas (motor bekas) di showroom. Dengan barang yang masih terlihat “baru” dan harga yang lebih miring dari yang baru siapa yang ngga tertarik. Malah sekarang, mokas sudah pada bekerja sama dengan agen leasing.

Dulu, 12 tahun yang lalu aku pernah membeli sebuah sepeda mokas Kawasaki Kaze dari Showroom. Sebulan kemudian aku kontrol ke bengkel untuk ganti oli dan busi…. ternyata ada masalah… busi sudah tidak standard lagi, lubangnya lebih besar… jadi harus di ganti dengan tipe yang lain… seminggu kemudian ada suara-suara aneh di mesin… aku biarin, baru sebulan kemudian aku cek lagi di bengkel… ternyata stang Secher dan komponen yang ada didalamnya harus diganti…. beuu!! Biaya satu juta lebih…. ngga pikir panjang, aku jual lagi tuh motor dari pada bikin ribet… rugi 2 jt deh….

Kapok, iya dong…. aku ngga berani lagi beli mokas dari showroom, mending aku beli baru aja deh…. aman. Tapi emang penyakit aku yang seneng banget ganti-ganti motor, motor barupun sering aku jual lagi…. hingga pada akhirnya awal Pebruari 2009 ini, aku kembali tertarik membeli mokas dari showroom.. (lieurnya )

Aku dapet New Shogun 125 keluaran tahun 2008. Aku pikir, tahun segitu ngga akan terlalu ribet lah…. Namun perkiraanku meleset, banyak sekali onderdil asli sudah diganti dengan lokalan… dan sialnya itu ketahuan ketika barang sudah aku beli…. (perasaan aku teliti banget…)

Ini dia penyakitnya, kaca lampu depan lokal, spion lokal (kalo ini aku tahu), bearing depan harus diganti, ban dalam yang belakang ukuran besar 300 – 18 padahal ban luar 275-17, shockbecker belakang mati, oli shokbecker depan harus diganti dan baut as roda belakang dol alias aus…. cape deh…

Nah begitu, jadi pesan saya… kepada rekan-rekan sekalian agar lebih berhati-hati dalam membeli mokas. Kalo mo membeli mokas mending cari dari orang sudah kenal atau dari pemakai langsung. Karena ternyata parapenjual mokas di showroom unutk mendapatkan mokas tidak selalu dari pemakai, tapi sebagian besar justru dari tempat pelelangan mokas yang diadakan perusahaan pelelangan yang bekerja sama dengan agen leasing.

Saya sendiri pernah melihat open house acara pelelangan itu, dan memang kalo kita tidak pintar-pintar kitapun akan kecele, karena banyaknya onderdil yang sudah berganti rupa…..

Sumber :
http://carisajayah.wordpress.com/2009/03/15/hati-hati-membeli-motor-bekas-di-showroom/
15 Maret 2009
Posting 25 Oktober 2009

Pilihan Membeli Motor Bekas

Memilih motor dalam kondisi resesi bisa mempersempit pilihan. Mulai dari menurunkan jenis pilihan (sport atau touring menjadi bebek), spesifikasi mesin (volume/cc besar menjadi kecil), produksi (merek Jepang menjadi merek lain yang lebih murah), hingga pilihan terakhir membeli motor bekas.

Pilihan yang terakhir itu tidak banyak disukai pengguna sepeda motor. Herman, 38 tahun, seorang pengendara Honda bebek mengatakan ia membeli Yamaha Jupiternya dua tahun lalu dalam kondisi baru, dan mengatakan lebih baik membeli baru daripada bekas, “takut udah dipoles-poles, atau paling aman beli dari temen sendiri" katanya.

Roso, seorang pengemudi ojek motor berusia 32 tahun memiliki jawaban yang sama, ia lebih memilih berusaha membeli baru daripada bekas. “Daripada beli murah entar penyakitnya belakangan repot. Lagian kalo dari agen juga sama aja, kredit juga, beli kontan dari orang juga kita ngga tau,” tambah Roso. Roso mengatakan ada pilihan lain selain penyalur motor bekas, yaitu penjual perantara yang dokumennya tidak “terjamin”.

Siang itu di sebuah penyalur motor bekas, seorang pria berusia sekitar 40-an awal mengamati motor-motor “batangan” istilah untuk motor bukan bebek dan perhatiannya tertuju pada Honda GL-Max keluaran tahun 2004. Pencari motor bekas juga, menurut Alex, sang pemilik toko, adalah orang orang yang menyukai model tertentu namun tidak lagi diproduksi.

Penyalur motor bekas tertentu mengizinkan calon pembeli mencoba motor yang ingin mereka beli, namun sebagian lainnya hanya mengizinkan motor dinyalakan. Alex mengatakan ada cara lain untuk mendapat motor bekas. Ikut lelang motor. Lelang motor adalah penjualan kembali motor-motor yang disita penyalur karena pembeli tidak dapat melunasi angsuran motor mereka. namun cara ini pun ada kelemahannya. Menurut Alex mesin atau suku cadang yang dilelang kebanyakan sudah diganti pemiliknya sebelum motor disita.

Pembelinya biasanya adalah penyalur motor bekas seperti Alex, namun ada pula yang terbuka bagi pembeli perorangan. Seperti yang sedang dilakukan Alto Lelang, sebuah perusahaan pembiayaan motor.

Salah satu keuntungan mengikuti lelang motor adalah pembeli bisa mempunyai banyak pilihan. Namun pemeriksaan fisik motor juga relatif tidak bebas. Calon pembeli diberi kesempatan melihat kondisi motor dan menyalakan mesin motor namun tidak bisa menguji motor yang menarik minat mereka.

Di pelataran parkir Gading Auto Center, gedung di mana Alto Lelang berkantor, lebih dari 400 motor dipajang sejak pekan lalu. Motor-motor itu akan dilelang pertengahan pekan depan dengan syarat peserta lelang harus menyetor Rp 1 juta untuk bisa mengikuti lelang itu. Danu, salah seorang peminat yang menyusuri pelataran parkir itu mengatakan tidak ada ruginya mencoba, "kalo batal kan uangnya balik,” katanya.

RONALD

Sumber :
http://www.tempointeraktif.com/hg/modifikasi/2009/01/23/brk,20090123-156703,id.html
23 januari 2009
Posting 25 Oktober 2009

Tips Membeli Motor Bekas

Anda berminat untuk membeli motor bekas, usahakan untuk berhati-hati dan perhatikan motor itu sendiri. Karena tidak sedikit pula pembeli yang kecewa karena kesalahan mereka sendiri yang kurang berhati-hati memilih motor bekas tersebut. Langkah yang dapat anda lakukan adalah:

Langkah ke-satu cek harga pasaran.
Sebelum anda melakukan pencarian motor bekas yang akan anda beli, sebaiknya lakukan cek harga pasaran terlebih dahulu baik dari koran, majalah atau mungkin bisa juga dari situs namaotomotif.com.

Langkah ke-dua cek nomor rangka dan mesin motor.
Periksa nomor rangka dan mesin motor, lalu sesuaikan dengan nomor rangka serta nomor mesin yang tertera pada STNK maupun BPKB.

Langkah ke-tiga cek kondisi fisik.
Periksa kondisi body, spion, baut, dan lain sebagainya, apakah terlihat banyak goresan, kondisi retak ataupun pecah. Usahakan juga akan lebih baik jika semua yang menempel pada motor adalah parts orisinil.

Langkah ke-empat cek kondisi oli.
Usahakan buka dan ukur oli yang ada di dalam mesin. Pastikan ukuran Oli tidak berlebihan, karena Oli yg berlebih akan membuat suara mesin menjadi lebih halus, sehingga dapat menyembunyikan suara asli motor yg mungkin berbunyi kasar atau berisik.

Langkah ke-lima cek speedometer.
Pastikan agar tidak ada retak atau adanya bekas pembongkaran. Lihat jumlah berapa km yang telah ditempuh oleh motor tersebut. Jika diatas 20.000 km maka dapat dipastikan akan banyak sekali komponen mesin yang akan segera anda diganti. Tentunya akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Langkah ke-enam hidupkan mesin motor.
Coba hidupkan mesin motor tersebut, apakah bisa stationer atau langsam. Karena kondisi pada mesin yang tidak bermasalah dapat langsam pada putaran kurang lebih 1500 rpm. Serta pastikan juga bahwa tidak ada bunyi-bunyian yang kasar didalam mesin.

Langkah ke-tujuh cek perpindahan gigi.
Jalankan kendaraan dan perhatikan posisi perpindahan gigi apakah terasa sulit atau tidak. Apabila terasa sulit berarti menandakan kampas kopling motor tersebut akan segera habis. Satu lagi yang perlu diperhatikan juga adalah, jika terdengar suara mendesir pada saat motor berjalan. Kemungkinan besar gigi primer dari motor tersebut akan segera habis.

Langkah ke-delapan cek rangka atau sasis motor.
Perhatikan kelurusan roda depan dan belakang, dan pastikan bahwa rangka atau sasis motor tersebut tidak ada kebengkokkan. Jalankan sekitar 40km/jam dan tekan rem sedikit mendadak untuk pastikan motor tidak sulit dikendalikan. Hal ini berguna untuk mendeteksi lurusnya sasis dan poros setang atau setir.

Langkah ke-sembilan cek kebocoran.
Usahakan anda dapat mencoba jalankan motor lebih lama, dan setelah motor dijalankan kurang lebih sekitar 500meter. Perhatikan apakah terlihat adanya oli yang bocor melalui sela-sela mesin. Atau adanya air radiator bocor bagi motor yang menggunakan radiator.

Langkah ke-sepuluh cek kondisi kelistrikan.
Periksa juga kelistrikan dan lampu-lampu seperti lampu depan, lampu sein, lampu rem belakang, klakson, lampu speedometer, atau elektrik stater motor. Apabila semua berfungsi atau hidup, berarti tidak ada kerusakan pada komponen dan kondisi aki tidak ada permasalahan.

Sumber :
http://limakaki.wordpress.com/2008/07/10/tips-membeli-motor-bekas/
10 Juli 2008
Posting 25 Oktober 2009